?

Log in

No account? Create an account
 
 
06 December 2011 @ 05:18 pm
Splendid  
Judul Buku : Splendid (Cinta Setengah Mati)
Penulis : Julia Quinn
Penerbit : Dastan
Tebal : 490 halaman
Tahun terbit: 2010


Ini adalah buku pertama Blydon series, buku ketiganya itu yang judulnya Minx, dan sudah saya review disini.

Ceritanya adalah tentang Emma Dunster, si tomboy dari Boston, Amerika, yang sedang liburan di rumah sepupunya di London, Belle Blydon. Sejak kecil, Emma yang sudah tidak memiliki ibu sangat tomboy dan bercita-cita meneruskan usaha perkapalan ayahnya. Oleh karena itu, sang ayah mengirim Emma ke London dengan harapan Emma bisa menemukan jodohnya disana.
Suatu hari, Emma dan Belle menyamar menjadi pelayan untuk menghindari kewajiban membuat karangan bunga sebagaimana diharuskan oleh Ibu Belle. Ketika koki membutuhkan orang untuk membeli telur, Emma menawarkan diri dan di jalan dia malah menyelamatkan seorang anak kecil yang hampir tertabrak kuda. Saat itulah ia bertemu dengan Alex Ridgely, Duke of Ashbourne.

Duke of Ashbourne terkenal dingin dan enggan menikah, karena dari dulu wanita kelas atas yang mendekatinya selalu hanya mengincar gelar dan hartanya. Untuknya, menikah hanya akan dia lakukan untuk mendapatkan penerus gelar, bukan untuk cinta. Sampai dia bertemu seorang pelayan yang menyelamatkan keponakannya. Ia mengetahui kalau gadis itu bekerja di rumah keluarga Blydon dan ingin mengucapkan terima kasih kepada keluarga itu sehingga ia berencana menghadiri pesta pada malam harinya untuk bertemu keluarga itu, sambil berharap bisa bertemu si pelayan lagi. Ternyata, gadis itu malah diperkenalkan sebagai sepupu keluarga itu dengan nama Emma Dunster. Alex merasa senang karena ternyata ia tidak jatuh cinta dengan pelayan. Sejak saat itu Alex memutuskan kalau ia harus mengejar Emma.

Segala pendekatan Alex membuat Emma perlahan-lahan jatuh cinta dengan Alex, sayang suatu hari Ned, adik Belle, terlibah hutang yang banyak karena berjudi. Emma, yang bertekad membayar hutang Ned dengan dana perwaliannya, hanya bisa mencairkan uangnya apabila umurnya telah menginjak 21 tahun atau menikah. Ia berpikir untuk meminta Alex menikahinya agar ia bisa mencairkan dana perwaliannya dan menggunakannya untuk melunasi hutang Alex. Sayang, Alex salah sangka dan malah mengusir Emma, berpikir bahwa gadis itu sama saja dengan gadis lain yang hanya mengincar harta dan gelarnya.

Kesan saya setelah membaca novel ini adalah... Biasa banget. Apalagi kalau dibandingkan dengan novel-novel Julia Quinn lain yang sudah saya baca, yang lebih seru jalan ceritanya dan lebih menarik percakapannya. Akan tetapi, mengingat ini adalah novel pertama Julia Quinn yang diterbitkan, rasanya penilaian saya sedikit berubah menjadi lebih baik. Saya cukup menikmati perkembangan kisah cinta Alex dan Emma, yang tidak terkesan buru-buru. Saya juga cukup menikmati bagaimana Julia Quinn membuat karakter Emma sangat feminis dan tomboy. Ia bisa memanjat pohon, jago berkuda, dan jago memancing. Berbeda sekali dengan karakter wanita bangsawan Inggris pada umumnya. Sayang, karakter Alex sepertinya terlalu playboy, seenaknya, dan.. menyebalkan kalau menurut saya. Bukan karakter pria yang bakal membuat saya simpati. Konflik di novel ini juga terasa terlalu dibuat-buat dan kurang dibahas mendalam. Akan tetapi, kembali lagi mengingat ini adalah novel pertama Julia Quinn, saya rasa ini cukup baik dan masih lebih baik daripada novel The Secret Diary of Miss Miranda Cheever yang kayaknya masih menempati peringkat 1 novel Julia Quinn yang paling membosankan menurut saya.