a girl from marsh (marsh113) wrote in bukutubukuku,
a girl from marsh
marsh113
bukutubukuku

He Loves Her Till The End

Judul Buku : He Loves Her Till The End
Penulis : Monica Petra
Penerbit : Gramedia Pustaka Utama
Tebal : 200 halaman
Tahun terbit: 2008


Akhirnya baca teenlit dalam negeri lagi!!!
Yep, saya memang pecinta teenlit. Walau umur udah nggak bisa dibilang teen lagi, tapi selera masih dong. Soalnya menurut saya, novel-novel teenlit itu justru punya kisah paling kaya dan seru. Sebut aja karya-karyanya Dyan Nuranindya (Dealova, Rahasia Bintang, Cinderella Rambut Pink), Meg Cabot (The Mediator Series, Princess Diaries Series, dll), Ally Carter (Gallagher Girls series) dll dan punya scene romance yang nggak terlalu berlebihan dan makan porsi besar di bukunya. Makanya, ketika kemarin lagi jalan-jalan ke Lotte Mart dan ngeliat buku ini di rak diskon, saya langsung beli.

He Loves Her Till The End punya cover yang cantik banget. Sinopsis back covernya bisa dibaca disini.
Bercerita tentang seorang anak SMA bernama Gadis yang sebenarnya sudah punya pacar tetangga sebelahnya, Reno. Tapi Gadis malu mengakui Reno sebagai pacarnya. Alasannya, Reno ini kampungan banget! Penampilannya culun: kacamata kotak, kemeja selalu dikancing sampai mencekik leher. Kendaraannya sepeda mini yang ada keranjangnya di depan. Selain itu, Reno juga suka jualan kue di kantin sekolahnya demi menambah penghasilan keluarga yang minim. Gadis malu banget kalau sampai teman-teman satu sekolahnya tahu kalau Reno itu pacarnya! Untungnya mereka beda sekolah. Sekolah Reno dan Gadis terpisah 10 meter jauhnya, dan Gadis selalu minta Reno nurunin gadis jauh sebelum sekolahnya kalau Gadis lagi nebeng Reno ke sekolah naik sepeda mini.

Lalu ada Yustian, teman sekelas Gadis yang jago basket dan pentolan band sekolah. Udah ganteng, tajir, naksir pula sama Gadis. Wuih kombo komplit deh! Yustian, yang nggak tahu kalau Gadis sudah punya pacar, dengan gencar mendekati Gadis. Anter-jemput Gadis dengan sedannya, ngajakin jalan, dan Gadis mau aja. Secara, kalau sama Reno mana bisa dia mendapatkan kemewahan yang sama? Lalu Gadis pun mulai kucing-kucingan dengan Reno. Dia mulai bohong sana-sini untuk menutupi kisah "penyelewengannya" dari Reno yang tetap sabar dan polos, nganggep hubungan Gadis dan Yustian cuma sebatas teman dekat.

Ketika akhirnya terbongkar bahwa Gadis dan Reno berpacaran, Yustian ternyata menolak meninggalkan Gadis. Dia malah menantang Reno untuk memperebutkan Gadis dan akhirnya Gadis memilih Yustian ketimbang Reno. Tapi apakah keputusan itu benar?

Ketika membaca novel ini saya langsung membayangkan sedang menonton FTV di tivi di rumah karena ceritanya memang tipe-tipe cerita FTV. Ringan dan tidak menggali persoalan lebih dalam. Tema cerita maupun jalan cerita juga standart, tidak ada sesuatu yang baru yang ditawarkan dalam novel ini. Jujur aja, saya kecewa membaca novel ini. Dan kalau boleh ngeganti judul novelnya, saya rasa KARMA adalah judul yang lebih tepat ketimbang He Loves You Till The End karena di cerita ini saya benar-benar tidak merasakan cinta dan pengorbanan Reno ke Gadis, saya hanya melihat dia sebagai orang yang terlalu pasrah dan nrimo. Ditembak iya, diputusin juga iya. Yang penting Gadis bahagia, gitu prinsip hidupnya si Reno. Kalau judul novelnya diganti KARMA lebih cocok, soalnya kayanya novel ini lebih nyeritain karmanya Gadis karena udah ngegantungin cowok sebaik Reno dan malah nyeleweng sama Yustian ketimbang mutusin Reno buru-buru baru pacaran sama Yustian. Heran deh, kayanya cerita kayak gini emang lagi trend ya. Suka pada nonton Uya Emang Kuya nggak sih? Kebanyakan orang yang dihipnotis sama si Uya pasti punya cerita kayak gini: udah punya pacar tapi terus nyeleweng karena gak puas sama pacarnya. Haduuuh!!!! (kenapa juga jadi OOT gini?? Udah keracunan Uya Emang Kuya nih kayanya saya).

Btw, biar bagaimanapun masih ada nilai-nilai yang bisa diambil dari novel ini:
  1. Nyeleweng tuh nggak pernah enak, ya buat pelakunya, ya buat korbannya. Makanya, kalau memang sudah nggak sreg dengan pacar, mending diputusin aja sebelum jadian sama cowok lain. Tentu ada resiko yang harus kita hadapi tapi seenggaknya batin kita lebih tenang, nggak musti kucing-kucingan kayak si Gadis.
  2. Dalam pacaran, yang penting kita merasa nyaman menjalaninya. Kalau pacar mulai berbuat sesuatu yang bikin kamu nggak sreg, sebaiknya bilang. Kalau pacar masih maksa, berarti dia bukan pacar yang baik. Mending ditinggalin aja.
Kesimpulannya:
Ini bukan merupakan novel yang akan meninggalkan kesan mendalam untuk saya, namun saya menghargai pesan-pesan yang coba disampaikan penulis lewat novel ini. Selalu ada yang bisa dipelajari dari membaca sebuah buku, begitu juga dengan buku ini.
Tags: judul: h, pengarang: p, teenlit
Subscribe
  • Post a new comment

    Error

    Anonymous comments are disabled in this journal

    default userpic

    Your IP address will be recorded 

  • 0 comments