?

Log in

No account? Create an account
 
 
a girl from marsh
21 January 2012 @ 10:29 am
Judul Buku : My Ridiculous Romantic Obsession
Penulis : Becca Wilhite
Penerbit : Atria
Tebal : 265 halaman
Tahun terbit: 2011


Buku terakhir yang saya baca dari tiga buku yang saya beli online akhir Desember kemarin.

Bercerita dari sudut pandang Sarah, mahasiswa baru yang mencoba memulai kehidupan baru jauh dari lingkungan dan orang tuanya demi melupakan kenangan masa lalunya yang menyakitkan. Sarah adalah orang yang selalu rendah diri. Ia memiliki otak yang encer, namun ia kerap merasa penampilannya kurang oke. Rambutnya terlalu mengembang dan badannya terlalu gendut. Ia tidak menarik untuk cowok dan berusaha untuk tidak terlalu GR setiap ada cowok yang mendekatinya, karena pengalaman masa lalunya mengajarkannya demikian. Cowok biasanya mendekatinya hanya karena membutuhkan otaknya: untuk mengajari pelajaran yang sulit atau membantu mengerjakan tugas.

Sarah adalah seorang penggemar novel romantis, tetapi selalu merasa kalau dirinya tidak pantas menjadi tokoh utama seperti di novel itu. Ia hanya layak menjadi sahabat si tokoh utama atau pemeran pembantu lainnya.

Sampai suatu hari, ia mengikuti kelompok belajar yang diprakarsai oleh Ben, cowok ganteng di kampusnya. Tanpa disangka-sangka olehnya, Ben ternyata sangat baik. Ben senang berbicara dengan Sarah, mencoba mengenal Sarah lebih jauh, Ben mau mengantar jemput Sarah, dan Ben sangat menyukai kemampuan Sarah bermain gitar dan bernyanyi (Ben juga ternyata jago main gitar). Sayang, Sarah merasa Ben hanya satu dari sekian cowok yang mencoba mendekati Sarah karena ada maunya (jelasnya sih otaknya Sarah). Tidak mungkin cowok sesempurna Ben menyukai Sarah!

Lalu Sarah mengetahui rahasia Ben, yang selama ini disembunyikan Ben, yang membuat Ben ternyata tidak sesempurna bayangan Sarah. Dan sejak itu, hubungan Ben dengan Sarah menjadi aneh. Gimana hubungan Sarah dengan Ben selanjutnya? Silahkan dibaca sendiri.

Awal membaca buku ini, saya merasa ceritanya cenderung membosankan karena buku ini lebih banyak menggambarkan segala sesuatu dari sudut pandang Sarah. Terlalu banyak deskripsi, terlalu banyak opini. Namun, semakin banyak membaca, saya menjadi lebih tertarik dengan ceritanya dan saya semakin bisa merasakan hubungan cerita ini dengan kehidupan saya sendiri (dan mungkin dengan kehidupan pembaca lainnya). Saya bisa mengerti alasan Sarah menjadi cenderung menjaga jarak dengan Ben dan tidak mau berpikir muluk-muluk soal perasaan Ben kepadanya walau sebenarnya niat Ben ke Sarah sudah sangat jelas. Saya bisa mengerti alasan Sarah rendah diri, walau sebenarnya ia tidak gendut, ia pintar bermain gitar, dan pintar dalam pelajaran. Memang, kenangan menyakitkan di masa lalu seringkali membentuk kepribadian kita sekarang. Di paruh terakhir buku, saya sudah bisa menikmati buku ini dan membacanya dengan cepat sampai halaman terakhir.

Pelajaran yang bisa diambil dari buku ini adalah bahwa setiap orang berhak mendapatkan kebahagiaan dan bahwa sejelek apapun kita pikir diri kita itu, di luar sana pasti ada orang yang merasa segala kejelekan itu justru sesuatu yang menarik dan akan menerima kita apa adanya. Yang perlu kita lakukan hanya terus membuka diri dan jangan biarkan segala pikiran buruk menguasai kita.

Bagian yang paling saya suka adalah bagaimana Sarah menggambarkan bayangan pertemuan dengan cowok pujaannya yang ala ala novel historical romance *jadi inget Johanna Lindsey banget deh* dan membuat saya ngikik:
Jika hidupku adalah sebuah novel romantis, dia akan datang mengendarai kuda putih besarnya... tapi nanti dia malah akan berkeringat dan kotor, dan pastinya aku bakalan alergi pada bulu kuda yang menempel di pakaiannya. Atau dia akan masuk ke pelabuhan dengan kapal perompaknya... tetapi ada sedikit masalah di mana aku tidak tinggal di dekat pelabuhan. Belum lagi semua tindakan perompak tidak menyenangkan, seperti menjarah dan menggilai pertumpahan darah dan tidak pernah mandi. Hal seperti itu tampak romantis dalam sebuah cerita, sampai kita memperhatikan detail-detailnya.

Bener banget... Beberapa hal memang cuma bagus di novel, bukan di kehidupan nyata. Hehe..

Walau tidak terlalu romantis, buku ini tetap menjadi buku yang manis.
 
 
a girl from marsh
21 January 2012 @ 10:44 am

Beli di rak Buku Murah-nya Gramedia Plaza Semanggi kikikii...
  • Tidak ada Kelinci di Bulan! karangan Steffany Irawan harganya Rp. 5.000
  • Nevermore karangan Maureen Child harganya Rp. 15.000
Sekarang lagi baca Nevermore. Novel Nocturne pertama yang saya baca nih. So far ceritanya menegangkan. Seru.
Tunggu resensinya ya!!

Tags: