?

Log in

No account? Create an account
 
 
02 March 2011 @ 08:58 pm
MINX  
Judul Buku : MINX (Gadis Tomboi)
Penulis : Julia Quinn
Penerbit : Dastan Books
Tebal :479 halaman
Tahun terbit: 2010

Willian Dunford adalah bujangan idaman London. Tampan, kaya, simpatik. Hampir semua wanita tergila-gila padanya. Sayang, ia tampaknya sama sekali tidak berniat serius pada satupun dari mereka.
Suatu hari, sepupu jauh Dunford meninggal dunia dan mewariskannya sebuah estate di Cornwall yang jauh dari London, juga seorang anak perwalian bernama Henry.

Henrietta Barret atau Henry adalah seorang gadis yatim piatu tomboy yang diasuh oleh Lord Stannage dan istrinya. Ia sangat mencintai Stannage Park dan mengurus tempat itu dengan baik sepeninggal Lord dan istrinya. Kini ia harus berhadapan dengan Lord baru dari London dan kemungkinan bahwa dirinya akan diusir dari tempat itu apabila sang Lord menginginkan demikian. Henry harus berjuang agar sang Lord yang manja menjauhi tempat itu dan membiarkan Henry mengurus dan tinggal di tempat itu selamanya.

Ketika Dunford datang di Stannage Park, ia tidak pernah menyangka akan menghadapi seorang cewek tomboy yang badung dan mencoba mengusirnya dengan segala cara. Henry dengan kebengalannya kemudian malah membuat Dunford sayang dan ingin membawanya ke London agar Henry dapat menjadi lady yang layak.Ketika akhirnya Henry, dibantu teman-teman Dunford, berhasil menjelma menjadi seorang gadis yang anggun, Dunford malah cemburu dengan begitu banyaknya pria yang ingin mendekati Henry.

Novel ini sangat jenaka. Ceritanya ceria dan menegangkan. Saya selalu dibuat penasaran dengan tingkah polah Henry dan beraneka cara Dunford meredam kelakuan anak perwaliannya yang tengil itu. Ketika mereka akhirnya saling jatuh cinta, emosi Henry yang campur aduk antara bahagia, bingung, dan marah menghadapi sikap Dunford yang selalu berubah-ubah benar-benar terasa. Tidak perlu banyak waktu untuk menuntaskan novel ini karena saya selalu ingin terus dan terus membalik halamannya. Sayang, menjelang ending, alurnya menjadi antiklimaks karena permasalahan yang dihadapi kedua tokoh sepertinya terlalu dibesar-besarkan. Kecemburuan dan kesalahpahaman Henry akan keberadaan wanita simpanan Dunford dibuat terlalu berlebihan dan tidak masuk akal jika mengingat betapa kuatnya hubungan Henry dan Dunford sebelumnya, dan juga betapa keberadaan wanita simpanan sebenarnya merupakan hal yang cukup lumrah pada masa tersebut. Namun secara umum, novel ini menarik untuk dibaca.
 
 
 
nuraemir on April 14th, 2011 03:06 am (UTC)
Very happy I found your site. Will note it and return for more info.