Atonement Saoirse

The Single Girl's To-Do List

Judul Buku : The Single Girl's To-Do List
Penulis : Lindsey Kelk
Penerbit : Harpercollins
Tebal : 335 halaman
Tahun terbit: 2011

Akhiirrrrnyaaa...
Mau nangis bahagia rasanya pas akhirnya bisa menyelesaikan buku ini.
Buku ini saya beli 2 hari sebelum saya berhenti kerja dan itu berarti udah hampir 4 bulan saya membaca buku ini (karena saya langsung mulai baca buku ini persis setelah saya beli buku ini).
Banyak buku lain yang jadi selingan buku ini yang justru udah selesai dibaca duluan. Misalnya tuh, si Splendid, The Stone Prince, Hex Hall, dan What Happens In London. Bukan karena bahasa Inggris di novel ini yang susah buat diikutin, nggak kok, bahasa Inggrisnya malah gampang diikuti. Tapi mungkin lebih ke jalan ceritanya yang kurang menarik buat saya sama spasi tiap barisnya yang sempit-sempit banget kali ya yang ngebikin saya jadi cepat cape tiap baca buku ini.

Aanywaaay... Kita mulai aja reviewnya.
Tokoh utama buku ini namanya Rachel dan dia ini bekerja sebagai make up artist. Pekerjaan yang keren kan? Nggak juga karena ternyata kehidupan dia sangat menyebalkan. Harus mendandani artis manja sebadan-badannya (bukan wajah doang!) dan bekerja satu tim dengan fotografer playboy, Dan, Rachel stress berat. Hidupnya tambah buruk ketika pacar yang udah tinggal serumah sama dia, Simon, secara sepihak dan tanpa penjelasan yang layak, mutusin si Rachel dan pergi begitu aja. Rachel yang lagi sedih banget lalu dibantu oleh dua sahabatnya: Emelie yang super trendy, dan si gay yang juga baru diputusin pacarnya, Matthew. Bertiga mereka lalu membuat list yang harus diikuti Rachel. List itu berisi 10 nomer dengan tantangan yang agak-agak ajaib, misalnya: make over, bikin tato, melanggar hukum, bungee jumping, dan terakhir, membawa teman kencan ke pernikahan ayahnya yang akan diadakan sebentar lagi (ayah-ibu Rachel sudah cerai, dan si ayah akan menikah dengan istri keempatnya). Sejak itu, dimulailah petualangan Rachel untuk memenuhi listnya. Rambutnya yang pirang kini dicat merah, yang malah merubah dirinya menjadi pribadi yang lebih berani. Matthew dan Emelie selalu setia menemani dan memberi support. Nggak ketinggalan, Dan, si fotografer playboy yang sempat kesal sama Rachel mendadak kok jadi selalu muncul dalam hidupnya si Rachel ya? Ada apa gerangan? Masa sih Dan diam-diam suka sama Rachel? Tapi kan Rachel sekarang udah punya Ethan, si cinta pertama jaman sekolah yang sekarang tinggal di Kanada dan akan dikunjungi Rachel? Siapa dong yang akhirnya bakal dipilih Rachel dan menemani dia datang ke pernikahan ayahnya?

Ide cerita buku ini sangat menarik. Makanya saya memutuskan untuk membeli buku ini ketika melihatnya di Times Bookstore Citos. Sayang, ketika membacanya saya nggak merasa tertarik lagi. Jalan ceritanya terlalu datar dan kebanyakan diisi percakapan antara Rachel, Emelie, dan Matthew. Cara-cara Rachel memenuhi tantangan di listnya juga nggak asyik buat dibaca. Terlalu biasa dan nggak benar-benar mengejutkan waktu dibaca. Mengecat rambut? Bikin tato? Facebook-an sama first crush? Hmm.. Nothing new at all. Heran juga makanya kenapa di goodreads buku ini mendapat review yang bagus. Mungkin cuma gara-gara saya nggak sreg dengan chicklit orang Inggris kali ya? Novel ini kan bersetting Inggris dan ditulis oleh penulis Inggris juga. Jadi mungkin saya nggak ngerti juga candaan-candaan dalam percakapan Rachel-Emilie-Matthew.
OOOH!!! Satu yang bisa saya bilang oke dari buku ini adalah quotenya yang saya bilang "dalem" banget karena kebetulan, pas baca bagian itu, saya lagi berada dalam kondisi yang sama persis dengan quote itu:
Diplomacy was, after all, just socially acceptable lying
Lupa ini ada di halaman berapa, tapi saya sempet catet di journal pribadi saya. Hehe.

Kesimpulan akhir:
bukan kesan pertama yang baik untuk Lindsey Kelk. Tapi paling nggak saya bisa latihan bahasa Inggris dengan buku ini. *Mencoba berpikir positif aja lah*
fly to the sky

BELI BUKU ITU...

Kemarin gue ke Gramedia Pondok Indah dan ngeliat buku yang selama ini gue cari-cari, Lady of Skye-nya Patricia (atau Meg) Cabot.
Gue udah lama penasaraaaaaannn banget sama itu buku secara itu kan satu dari buku yang ditulis Meg Cabot yang bergenre historical romance yang udah diterjemahin ke Bahasa Indonesia. Selain buku itu setau gue masih ada Nicola and the Viscount sama Victoria and the Rogue, tapi masalahnya dua novel yang gue sebut terakhir ini genrenya teenlit. Gue lagi ga minat baca teenlit (cieh gaya!!). Gue sempet download satu lagi historical romancenya Patricia Cabot (jadi bingung deh, abis di beberapa buku dia make Patricia Cabot tapi di buku lain pake Meg Cabot.. huu.. Ya pokoknya pengarang yang itu lah) judulnya Educating Caroline sih tapi bacanya ga seasyik kalo beneran berbentuk buku lah, secara baca e-book itu kan musti di laptop. Pusing euy! Udah gitu bahasa Inggris pula. Baca historical romance pake bahasa Inggris lebih susah ketimbang baca novel bahasa Inggris bersetting masa kini, karena banyak istilah dan cara bicara yang aneh, menurut gue. Akhirnya itu e-book masih tersimpan rapi dan tak terbaca di laptop gue sampe sekarang. kruk kruk... *garuk-garuk layar laptop*

Balik ke cerita penemuan gue di Gramedia ini... Gue udah mau banget beli itu buku. Kebetulan Gramedia kan sampe hari ini lagi ada diskon 20% buat buku-buku terbitan Gramedia kalo pake kartu credit BCA. Nah, si Lady of Skye ini terbitan Gramedia bo. Sayangnya, harga bukunya Rp. 50.000 dan setelah diskon jadi Rp. 40.000, yang mana ga bisa dibayar pake BCA karena pembayaran dengan kartu credit BCA cuma bisa untuk harga pembelian minimal Rp. 50.000. Gedeg banget ga sih? Coba Gramedia kaya Starbucks, belanja 19.000 pake kartu credit juga ga problem!! Jadi, buat ngedapetin diskon, gue harus beli satu buku lagi, dan gue pun mencari, mencari, dan mencari.. tapi ga ada yang sreg. Akhirnya gue mau beli bukunya Meg Cabot lagi yang judulnya Pants on Fire. Harganya cuma Rp. 35.000 dan terbitan Gramedia juga.

Jadi gue memutuskan beli dua buku itu dan siap bayar sampe gue teringat kalo ini masih awal bulan dan biasa, karena limit kartu kredit gue sepertiganya dipake buat bayar cicilan asuransi dan kadang tagihannya baru dibayar bokap gue tengah bulan, jadi gue ga tau sisa limit gue kemarin itu berapa.Bisa sih telpon Halo BCA dulu, tapi gue ga punya nomernya dan gue males banget kalo gue sampe overlimit karena ada dendanya bo dan biasa nyokap ngomel-ngomel kalo kartu credit gue kena denda, apalagi kalo dia liat yang bikin gue overlimit itu Starbucks atau buku. Jadi dengan terpaksa gue mengembalikan dua buku itu ke raknya dan gue pergi tanpa bawa apa-apa. HAH!!

Trus, karena kemarin gue lagi nunggu orang di PIM, gue pun jalan-jalan lagi sampe tiba di depan Periplus. Dan gue masuk. Dan gue ngeliat buku One Day cover versi filmnya, yang ada si Anne Hathaway lagi ciuman sama si siapa deh tuh aktor yang lumayan cute itu. Dan gue pengen beli. Gue pikir ya udah deh gue bayar pake cash aja. Harga Rp. 85.000. Oke, masih standart lah buat ukuran buku import. Gue udah nenteng itu buku sampe gue sadar kalo gue cuma bawa cash Rp. 100.000 dan recehan di dompet. Dan karena gue masih nganggur, gue ga mau ambil ATM. Duit gue yang ada di dompet adalah duit hasil gue jualan buku di sinanajualanbuku daaan akhirnya itu buku pun gue balikin lagi ke tempatnya.

Yep, akhirnya gue ga beli apa-apa.
Hahahaha...
Beli buku itu susah yaaa..

Moral of this story:
1. Tolong ya beliin gue buku Lady of Skye atau One Day (mwahahaha becanda. Peace ah!! *ala ALAM MBAH DUKUN*)
2. Belilah buku di sinanajualanbuku agar saya bisa punya duit buat beli buku lagi (ini serius)


Salam pengangguran!!

Nana
Sunglasses Series - Sunny

Splendid

Judul Buku : Splendid (Cinta Setengah Mati)
Penulis : Julia Quinn
Penerbit : Dastan
Tebal : 490 halaman
Tahun terbit: 2010


Ini adalah buku pertama Blydon series, buku ketiganya itu yang judulnya Minx, dan sudah saya review disini.

Ceritanya adalah tentang Emma Dunster, si tomboy dari Boston, Amerika, yang sedang liburan di rumah sepupunya di London, Belle Blydon. Sejak kecil, Emma yang sudah tidak memiliki ibu sangat tomboy dan bercita-cita meneruskan usaha perkapalan ayahnya. Oleh karena itu, sang ayah mengirim Emma ke London dengan harapan Emma bisa menemukan jodohnya disana.
Suatu hari, Emma dan Belle menyamar menjadi pelayan untuk menghindari kewajiban membuat karangan bunga sebagaimana diharuskan oleh Ibu Belle. Ketika koki membutuhkan orang untuk membeli telur, Emma menawarkan diri dan di jalan dia malah menyelamatkan seorang anak kecil yang hampir tertabrak kuda. Saat itulah ia bertemu dengan Alex Ridgely, Duke of Ashbourne.

Duke of Ashbourne terkenal dingin dan enggan menikah, karena dari dulu wanita kelas atas yang mendekatinya selalu hanya mengincar gelar dan hartanya. Untuknya, menikah hanya akan dia lakukan untuk mendapatkan penerus gelar, bukan untuk cinta. Sampai dia bertemu seorang pelayan yang menyelamatkan keponakannya. Ia mengetahui kalau gadis itu bekerja di rumah keluarga Blydon dan ingin mengucapkan terima kasih kepada keluarga itu sehingga ia berencana menghadiri pesta pada malam harinya untuk bertemu keluarga itu, sambil berharap bisa bertemu si pelayan lagi. Ternyata, gadis itu malah diperkenalkan sebagai sepupu keluarga itu dengan nama Emma Dunster. Alex merasa senang karena ternyata ia tidak jatuh cinta dengan pelayan. Sejak saat itu Alex memutuskan kalau ia harus mengejar Emma.

Segala pendekatan Alex membuat Emma perlahan-lahan jatuh cinta dengan Alex, sayang suatu hari Ned, adik Belle, terlibah hutang yang banyak karena berjudi. Emma, yang bertekad membayar hutang Ned dengan dana perwaliannya, hanya bisa mencairkan uangnya apabila umurnya telah menginjak 21 tahun atau menikah. Ia berpikir untuk meminta Alex menikahinya agar ia bisa mencairkan dana perwaliannya dan menggunakannya untuk melunasi hutang Alex. Sayang, Alex salah sangka dan malah mengusir Emma, berpikir bahwa gadis itu sama saja dengan gadis lain yang hanya mengincar harta dan gelarnya.

Kesan saya setelah membaca novel ini adalah... Biasa banget. Apalagi kalau dibandingkan dengan novel-novel Julia Quinn lain yang sudah saya baca, yang lebih seru jalan ceritanya dan lebih menarik percakapannya. Akan tetapi, mengingat ini adalah novel pertama Julia Quinn yang diterbitkan, rasanya penilaian saya sedikit berubah menjadi lebih baik. Saya cukup menikmati perkembangan kisah cinta Alex dan Emma, yang tidak terkesan buru-buru. Saya juga cukup menikmati bagaimana Julia Quinn membuat karakter Emma sangat feminis dan tomboy. Ia bisa memanjat pohon, jago berkuda, dan jago memancing. Berbeda sekali dengan karakter wanita bangsawan Inggris pada umumnya. Sayang, karakter Alex sepertinya terlalu playboy, seenaknya, dan.. menyebalkan kalau menurut saya. Bukan karakter pria yang bakal membuat saya simpati. Konflik di novel ini juga terasa terlalu dibuat-buat dan kurang dibahas mendalam. Akan tetapi, kembali lagi mengingat ini adalah novel pertama Julia Quinn, saya rasa ini cukup baik dan masih lebih baik daripada novel The Secret Diary of Miss Miranda Cheever yang kayaknya masih menempati peringkat 1 novel Julia Quinn yang paling membosankan menurut saya.
SKK Yoochun

The Stone Prince

Judul Buku : The Stone Prince
Penulis : Gena Showater
Penerbit : Violet Books
Tebal : 376 halaman
Tahun terbit: 2011


Beli buku ini karena resensinya kayanya lucu. Covernya sih nggak bagus, soalnya gambarnya pecah-pecah gitu. Heran deh, padahal penerbitnya masih anggota Gramedia lho. Tapi berhubung saya lagi pengen menerapkan pepatah "Don't Judge The Book By Its Cover" saya beli lah buku ini. Kali aja ceritanya bagus. Ternyata!!!!!!

Cerita dulu deh ya:
Katie nggak tau ada masalah apa dengan dirinya sampai-sampai bisa merasa tertarik banget sama patung cowok telanjang yang ada di taman sebuah rumah bergaya Victoria yang lagi dia kerjakan (jadi si Katie ini ceritanya tukang renovasi rumah trus nanti rumahnya dijual lagi dengan harga lebih mahal). Setiap Katie ngeliat itu patung, bawaannya ngebayangin hal yang nggak-nggak mulu. Suatu hari, Katie nekat mendekati patung itu dan menciumnya. Lalu patung itu jadi hidup!!

Si patung mengaku bernama Jorlan dan dia cerita kalau dia itu sebenarnya adalah pangeran dari Imperia yang dikutuk oleh kakak tirinya sendiri, yang jadi penyihir disana. Setelah dikutuk jadi patung, ibu Jorlan menyelamatkan nyawa Jorlan dengan mengirim dia ke bumi dengan sihir. Jorlan sudah jadi patung selama 900 tahun dan berubah jadi manusia kalau ada cewek yang nyium dia. Tapi Jorlan berubah hanya untuk waktu 14 hari, kalau dalam kurun waktu itu si cewek yang nyium dia nggak jatuh cinta sama dia, maka Jorlan bakal jadi patung secara permanen. Karena itu, dia pun mati-matian pengen ngebuat Katie jatuh cinta. Sayang caranya salah.

Berdasarkan adat Imperia, cewek itu adalah makhluk yang harus selalu tunduk sama cowok dan cuma buat alat seks cowok. Oleh karena itu, Jorlan berpikir untuk membuat Katie jatuh cinta, Jorlan harus tidur sama Katie. Jorlan pd banget bakal bisa muasin Katie. Katie, yang sebenarnya juga tergoda banget sama Jorlan, berusaha mati-matian untuk menolak Jorlan. Akan tetapi, Katie masih berbaik hati menolong Jorlan mencari penyihir buat ngembaliin Jorlan ke Imperia. Jorlan sendiri juga heran sama Katie yang kasar dan nggak kayak cewek-cewek di Imperia, tapi dia malah jatuh cinta sama Katie. Sayang Katie nggak mau bilang cinta ke Jorlan karena dia nggak mau jatuh cinta sama cowok yang jelas-jelas bakal ninggalin dia. Pada saat itu, Percen, saudara tiri Jorlan, akhirnya mengetahui kemana Jorlan dikirim sang ibu dan memutuskan untuk mengejar Jorlan.

Kebanyakan komentar yang saya keluarkan waktu membaca buku ini: "APAAN SIH NIH BUKU??!! NYAMPAH BANGET!!" Hahaha.
Abis, adegan seks maupun yang menjurus-jurus ke arah situ banyak banget bertebaran di buku ini. malah bisa dibilang ini bukan novel fantasi yang ada adegan seksnya, tapi novel seks yang ada cerita fantasinya. Dikiittt... Sebel banget baca Jorlan yang sedikit-sedikit pengen "menggebuki" Katie dan pede banget kalau Katie bakal puas banget sama dia. Bete juga sama Katie yang sok jual mahal tapi sebenernya horny juga sama Jorlan. Lalu ngasih adegan seks serinci itu apa pula sih??? Padahal jalan ceritanya sebenernya bagus lho kalau digarap lebih serius dan adegan seksnya ditulis seperlunya aja. Mustinya tuh Gena Showalter lebih banyak menulis tentang kehidupan Imperia atau tentang gimana cara kerja sihirnya orang-orang Druinn, lalu action antara Percen dan Jorlan sebaiknya ditambah. Ini sih endingnya gak penting banget deh beneran. Btw, baca buku ini gue bukannya simpati sama Jorlan malah sama Percen lho. Somehow gue ngerti aja alasan kenapa dia benci banget sama Jorlan dan ibunya dan gue bisa merasakan kesepian yang dia alami. Sayang, porsinya si Percen ini dikit banget.

Recommended? Nggak. Kecuali kalau emang nyari novel bokep ya...
fly to the sky

HEX HALL

Judul Buku : Hex Hall
Penulis : Rachel Hawkins
Penerbit : Ufuk
Tebal : 420 halaman
Tahun terbit: 2011


Baca Hex Hall mengingatkan saya akan novel Harry Potter, walau dengan suasana yang agak berbeda yaaa: lebih ceria dan lebih manusiawi dari Harry Potter.
Sophia adalah seorang keturunan penyihir. Ayahnya adalah penyihir dan ibunya manusia. Sayang, begitu Sophia dilahirkan, ayahnya pergi meninggalkannya. Jadi, Sophia tumbuh menjadi gadis yang buta sihir, dia cuma tahu sihir berdasarkan ilmu pengetahuan yang dikumpulkan ibunya. Saat umur 12, Sophia mendapatkan kekuatan sihirnya tapi nggak bisa mengendalikan dengan benar karena dia emang gak punya guru buat ngajarin dia sihir. Gara-gara kekacauan yang dia buat saat prom di usia 16 tahun, Sophia harus masuk ke sekolah bernama Hecate Hall. Sekolah ini bukan sekolah sihir, melainkan sekolah rehabilitasi untuk anak-anak yang pernah membuat keributan di dunia manusia dengan sihir.
Di Hecate Hall atau Hex Hall, Sophia berkenalan dengan sesama penyihir, bangsa peri, shapeshifter, dan... vampir. Teman sekamar Sophia, Jenna, adalah satu-satunya vampir (kecuali satu orang guru) di sekolah dan dijauhi karena dituduh membunuh satu murid di tahun ajaran yang lalu. Lucunya, Sophia malah akrab banget sama Jenna.
Kehidupan sekolah berjalan berat bagi Sophia karena dia dianggap bodoh banget disana. Belum lagi ternyata cowok keren yang dia taksir, Archer, jadian sama salah satu cewek populer yang jutek, Elodie. Kehidupan jadi makin buruk ketika tiba-tiba satu teman Elodie ditemukan hampir mati kehabisan darah di kamar mandi dengan dua lubang di lehernya, seperti bekas digigit vampir. Semua lalu menuduh Jenna, tapi Sophia tau bukan Jenna pelakunya tapi sesuatu yang lain, yang lebih berbahaya. Dan Sophia harus membuktikannya dengan segala cara, yang malah ngebawa dia kepada rahasia tentang dirinya, ayahnya, neneknya, dan nenek buyutnya.

Novel ini seru juga untuk ukuran novel fantasi. Kalau dibandingkan dengan Harry Potter, Twilight, dan Hush Hush, kata-kata dan cara berpikir Sophia yang dipakai oleh Rachel Hawkins untuk menuturkan cerita lebih menyenangkan dan lebih dekat dengan pembacanya. Sophia itu orangnya baik banget tapi juga sarcastic. Dia punya sifat yang nyantai tapi juga berani dan nekad, apalagi kalau sudah berhubungan dengan temannya. Ngebaca cerita ini dari sudut pandang Sophia bener-bener fun. Dari segi jalan cerita, masih mirip dengan Harry Potter. Maklum, kisah pembukanya sama-sama mengenai anak penyihir yang baru memasuki dunia sihir, dan di sekolah pula. Udah gitu ternyata dia menjadi sumber masalah yang terjadi di sekitarnya. Gak banyak surprise di buku ini karena udah ketebak siapa sebenarnya penjahatnya dari awal. Tapi... masih ada dua buku lanjutannya lagi, dan masih ada kemungkinan yang cukup besar untuk perkembangan cerita yang bener-bener berbeda dan baru. Jadi kita tunggu aja cerita lanjutannya sebelum ngejudge lebih lanjut.
Overall, ini buku cukup menghibur untuk bacaan fantasi. Saya mau kok mengoleksinya.
Sunglasses Series - Heechul

What Happens in London

Judul Buku : What Happens in London (Yang Terjadi di London)
Penulis : Julia Quinn
Penerbit : Gramedia Pustaka Utama
Tebal : 440 halaman
Tahun terbit: 2011


Akhirnya balik lagi baca Julia Quinn... Dipinjemin sama temen nih!
What Happens in London ini lanjutannya The Secret Diary of Miss Miranda Cheever yang, so far, merupakan buku yang paling gue nggak suka dari buku-bukunya Julia Quinn. Tapi lucunya, isi buku What Happens in London ini bener-bener beda dari buku pendahulunya. Ceritanya malah lebih cocok jadi lanjutan Agent of the Crown series nih kalo menurut gue.

Ceritanya adalah tentang Lady Olivia Bevelstoke yang punya tetangga baru misterius. Menurut gosip, Sir Harry Valentine yang tinggal di sebelah rumahnya adalah seorang pembunuh! Lalu ia juga suka mukulin orang! Serem! Lady Olivia yang penasaran lalu suka ngintipin Sir Harry dari jendela kamarnya. Kebetulan, jendela kamar Olivia berhadap-hadapan dengan jendela ruang kerja Sir Harry. Sir Harry betah kerja di ruangan tersebut berjam-jam, dan kadang suka berbuat yang mencurigakan, membuat Olivia makin mencurigainya. Yang Olivia nggak tahu, Sir Harry sebenarnya tahu Olivia lagi mata-matain dia, makanya sengaja bikin Olivia curiga. Pertemuan mereka secara langsung akhirnya terjadi dan nggak berlangsung lancar karena dua-duanya saling sebel-sebelan. Oiya, Sir Harry ini sebetulnya kerja sebagai penerjemah bahasa Rusia di Departemen Perang. Pas dia tiba-tiba ditugaskan untuk mengawasi seorang Pangeran Rusia yang lagi berkunjung ke Inggris dan naksir sama Lady Olivia, Sir Harry mau nggak mau harus kembali berurusan dengan Lady Olivia dan kali ini dia sadar kalau Lady Olivia nggak semenyebalkan yang dia pikir, malah dia jadi jatuh cinta sama Lady Olivia. Gimana jadinya persaingan cinta Sir Harry sama si Pangeran Rusia? Siapa yang menang?

Baca buku ini membuat gue teringat kembali dengan buku To Catch an Heiress (yang sampe sekarang dipinjem teman dan nggak dibalik-balikin) yang isinya juga tentang penyamaran, spionase, dan agak-agak ada actionnya. Banyak adegan dan dialog yang kocak dan fresh ala Julia Quinn yang bakal bikin pembacanya ketawa geli sampai bercucuran air mata. Scene yang gue suka adalah ketika Olivia dan Harry saling membacakan kisah Miss Butterworth and the Mad Baron (novel aneh banget deh isinya) lewat jendela dan ketika Sebastian malah suka banget sama novel ini sampai dia bikin drama mini di atas meja ruang tamu Olivia dan ditonton sang Pangeran dan pembantu-pembantu Olivia dengan kagum. Kocak banget! Satu lagi yang gue suka dari novel ini tentu kurangnya adegan "ahem-ahem" yang biasanya hot banget di novel-novel Julia Quinn lainnya. Emang sih, novel ini juga nggak luput dari adegan "ahem-ahem" antara tokoh-tokohnya, tapi diceritainnya nggak sedetail biasanya dan justru malah jadi pas dengan ceritanya. Soalnya biasanya adegan "ahem-ahem" di novel Julia Quinn itu udah mendetail banget trus kaya cuma copy-paste, yang baca bukannya enak malah eneg. Abis kadang suka nggak penting!

Yah, untuk lengkapnya mending baca sendiri deh, soalnya buku ini bagus banget menurut gue. Fun to read!
Nggak nyesel deh bacanya, apalagi kalau cuma minjem, nggak beli. Hihihi.. mahal sih, Rp. 50.000 harganya.
James mcAvoy 2

JUMP

Judul Buku : JUMP
Penulis : Moemoe Rizal
Penerbit : Gagas Media
Tebal : 373 halaman
Tahun terbit: 2011


Kiera adalah Captain (soon to be ex-Captain) cheerleaders sekolahnya, Parahyangan Vista (PV). Menyandang status terpopuler dan punya cowok Captain tim basket (walau pacarannya bukan atas dasar suka sama suka tapi formalitas). Musuh bebuyutannya adalah Sheilla dari ekskul modern dance.
Karena Kiera adalah murid kelas 3, dia harus menyerahkan tongkat kedudukannya ke anak kelas 2. Sayang, pas upacara pelantikan Captain baru, Kiera bersin, sesuatu yang dianggap bawa sial. Dan betul, semua berubah sejak Hers menjadi Captain menggantikan Kiera. Kiera mulai menemukan kejanggalan-kejanggalan mulai dari cara audisi cheers baru oleh Hers, sampai adanya pelatih baru yang gak ngerti sama sekali cara nge-cheers. Parahnya lagi, tahun ini PV terancam ga ikutan cheerleaders competition di Jakarta karena dana ekskul dari sekolah yang mendadak dipotong. Padahal tugas ex-captain lah untuk memastikan mantan squadnya ikut ICC di Jakarta!
Kehilangan pengaruh di PV membuat status sosial Kiera jatuh, dan anehnya Sheilla menjadi populer banget. Pada awalnya, Kiera masih semangat membantu PV dengan segala yang dia punya walau Hers selalu ngusir dia dengan kasar. Kiera musti jatuh bangun mempertahankan ex-squad yang sangat dia cintai tanpa dukungan ex-squadnya yang lain. Ketika akhirnya Kiera putus asa, justru bantuan dan jalan keluar datang dari orang-orang yang tak terduga.

Baca novel  ini.... gimana ya bilangnya? Dari segi jalan cerita oke banget. Alurnya smooth dan konfliknya juga oke. Banyak juga pesan yang bagus banget buat anak muda, yaitu tentang gigih perjuangkan apa yang lo mau dan jangan mudah putus harapan. Salut buat yang nulis cerita. Dan, karena Moemoe Rizal juga adalah salah satu pengarang serial Glam Girls (tapi gue belum baca sih yang karangannya dia), gue ngerti juga kalau dia masih mengambil setting sekolah internasional dan menggunakan banyak banget bahasa Inggris dalam percakapan antar tokohnya. Itu bukan sesuatu yang buruk ya menurut gue. Sayang, nggak seperti serial Glam Girls yang ditulis Nina Ardianti cs, Moemoe Rizal sepertinya kurang kuat menggambarkan gaya hidup si Kiera dan yang lain sebagai murid-murid sekolah elit. Contohnya nih: di acara party ada yang bawain lagu ST12, trus si Kiera ini ternyata suka beli barang branded yang KW... (emang sih ya mau ceritain lame party, tapi ga musti ST12 juga kaliii... trus juga in case dia ga kuat beli barang branded, kali bisa diganti sama dia make merek yang nggak terlalu mewah tapi asli juga ketimbang beli barang abal-abal) Lalu juga Moemoe Rizal kaya kurang riset pas dia bilang kalau gaji orang tuanya 2000 dollar sebulan. 2000 dollar apa? US? itu kan sekitar.. um.. 1 dollar 9000 ya misalnya... Rp. 18.000.000! Itu sih setara sama orang normal yang udah kerja bertahun-tahun ya, bukan termasuk gaji orang kaya yang anaknya bisa sekolah di international school dan bilang liburan ke New York buat shopping doang. Flight  New York-Jakarta PP aja udah abis kali tuh 1 bulan gaji! Ada juga gaji Rp. 50.000.000 per bulan, nah tuh baru deh bisa dikategoriin kaya. Selain itu, satu lagi yang bikin gue agak nggak sreg sama buku ini adalah kata-kata kasar yang kerap dikeluarkan si tokoh. Ngebilang musuhnya itu "muka babi" dan bertebarannya kata bitch, lacur, asshole, dll... duh, parah banget.

Tapi diluar segala hal yang bikin gue nggak sreg itu, novel ini masih bisa dibilang bagus sih. Ajaran untuk gigih memperjuangkan apa yang kita anggap bener bisa banget dicontoh sama remaja jaman sekarang. In-cheer-mation-nya oke banget lho. Ngebantu buat ngerti jalan cerita dengan lebih jelas.

Bolehlah dibaca. Seru kok.
Saoirse in pink

Love, Romance, and the World

Judul Buku : Love, Romance, and the World
Pengarang: Sugiyama Miwako
Penerbit: M&C
Jumlah seri: 3
Tahun terbit: 2011

Ini komik yang lebih menarik dari komik yang sebelumnya.
Bercerita tentang seorang cewek bernama Ria yang selalu menganggap dirinya sebagai pembawa sial. Kedua orang tuanya kecelakaan ketika ia berumur 5 tahun, sejak itu ia dirawat di sebuah gereja namun setahun kemudian suster yang merawatnya juga meninggal dunia. Ia merasa ialah yang menyebabkan semua orang-orang tersayangnya meninggal. Selain itu, Ria juga sering terjatuh, kejatuhan barang atau merusak barang secara tidak sengaja, dikejar anjing, dan membuat cuaca buruk. Karena tinggal di gereja, setiap hari Ria selalu berdoa agar orang lain tidak menjadi sial karenanya. Suatu hari, Ria tak sengaja terjatuh diantara dua cowok terpopuler di sekolah. Kinzou adalah cowok ganteng dan playboy yang menjadi idola para cewek di sekolah. Renji adalah jagoan berkelahi yang menjadi idola para cowok di sekolah. Kedua cowok itu kemudian tertarik kepada Ria yang polos dan setelah tau mengenai kisah hidup Ria, mereka bertekad untuk selalu melindungi Ria. Keduanya lalu jatuh cinta pada Ria. Ria, yang tidak ingin kedua sahabat barunya ini bermusuhan, akhirnya memilih Renji yang selalu blak-blakan dan urakan tapi betul-betul mencintai Ria. Kinzou yang patah hati kemudian mengalami kecelakaan yang mengakibatkan ia hilang ingatan dan menganggap Ria adalah adik kembarnya, Risa, yang telah meninggal duni. Ria kini dipaksa memilih antara berpacaran dengan Renji yang dicintainya atau hidup berpura-pura menjadi adik Kinzou.

Cerita komik ini fun banget! Memang agak-agak lebay, tapi kan memang begitu ciri-ciri komik Jepang. Hubungan pertemanan Ria, Kinzou, dan Renji benar-benar menyenangkan karena mereka benar-benar saling mendukung dan perkembangan pribadi Ria dari yang selalu rendah diri dan menganggap dirinya pembawa sial sampai ia bisa mempertahankan dirinya sendiri dan mampu memilih apa yang dia inginkan benar-benar diceritakan dengan baik. Saya juga suka konflik cinta segitiganya. Memang sih, komik ini masih dalam kategori komik ringan dan masih nggak bisa dibandingkan dengan komik-komik jaman dulu yang ceritanya lebih dalam macam Popcorn atau Candy-candy. Namun untuk bacaan dikala santai, menurut saya komik ini cukup menghibur.
SKK Joongki

Ai Hime Love & Secret

Judul Buku : Ai Hime Love & Secret
Pengarang: Mitsuki Kaco
Penerbit: M&C
Jumlah seri: 3
Tahun terbit: 2011

Saya udah lama banget nggak baca komik (kecuali Detektif Conan). Saya juga lagi nggak ada novel yang bisa ditulis resensinya karena masih stuck baca The Single Girl's To-Do List-nya Lindsey Kelk yang, nggak tau ya, nggak selesai-selesai saya baca. Lalu kemarin saya main ke rumah teman dan langsung dikasih dua komik miniseri. Katanya "bagus Na! Bawa pulang aja!!" Ya udah, rejeki nggak bisa ditolak, saya baca deh. Jadi dalam post ini dan post berikutnya, saya akan mereview komik.

Komik pertama berjudul Ai Hime Love & Secret. Bercerita tentang Mao, cewek kelas 2 SMA, yang akan ditinggal sendirian di Jepang oleh kedua orang tuanya yang sering bepergian ke luar negeri. Suatu hari, ia mengikuti seekor kucing sampai ke bawah pohon sakura dan menemukan sesosok cowok ganteng sedang tidur disana. Tanpa bisa menahan diri, Mao mendekati cowok itu dan ketika si cowok terbangun, mereka malah berciuman. Selang beberapa hari kemudian, ayah Mao memperkenalkan Mao pada adik angkat ayahnya yang akan ditugaskan untuk menjaga Mao selama Mao ditinggal di Jepang dan, surprise!!!! Itu adalah si cowok di bawah pohon sakura. Jadi, ia telah berciuman dengan pamannya sendiri! Mao kemudian tinggal dengan Jinya, sang paman. Sangat sulit untuk tidak jatuh cinta pada Jinya yang masih muda, super ganteng, dan super cool itu. Akhirnya, Mao mengakui kalau ia telah jatuh cinta dengan Jinya dan tanpa disangka-sangka, Jinya juga mengaku jatuh cinta pada Mao. Kisah selanjutnya adalah kisah cinta terlarang antara Mao dengan sang paman, Jinya, yang sangat romantis bagaikan mimpi.

Kesan pertama saya pas baca komik ini: gambarnya bagus! Jinya digambarkan benar-benar ganteng, sampe mikir deh, seandainya di dunia nyata ada cowok kaya gitu, gimana bentuknya ya? Lalu gambar backgroundnya juga oke banget. Secara grafis, komik ini benar-benar menyenangkan untuk dilihat. Dari segi cerita, komik ini bener-bener ringan bagaikan novel-novel Historical Romance yang beberapa kali saya baca yang hanya menekankan kisah cinta kedua tokohnya tanpa mau berpusing-pusing memikirkan konflik lain yang mungkin timbul, misalnya dari hubungan percintaan paman-keponakan, dan endingnya pun dibuat nggak ribet sehingga bisa deh selesai dalam 3 seri. Karakter Jinya sebagai anak yang tertutup karena berasal dari keluarga yang berantakan dan seumur hidup merasa berhutang budi pada keluarga ayah Mao terasa kurang dieksplorasi karena ia hanya tampil super perfect dan cool sepanjang komik dan Mao seperti benar-benar tersihir oleh Jinya, tanpa bisa berpendapat dan menolak apapun kemauan Jinya. Satu yang saya concern adalah banyaknya adegan ciuman dan seks pada komik ini. Memang M&C telah memberi label DEWASA pada komik ini, tapi kan kalau di toko buku, nggak ada perbedaan rak komik dewasa dengan komik anak-anak. Gawat juga kalau sampai dibaca sama anak di bawah umur!

Kesimpulan review ini adalah... komik ini cukup menarik buat pecinta romance, tapi kalau mengharapkan isi yang lebih berbobot saya rasa jangan memilih komik ini.
fly to the sky

Putri Hujan & Ksatria Malam

Judul Buku : Putri Hujan & Ksatria Malam
Penulis : Sitta Karina
Penerbit : Terrant Books
Tebal : 362 halaman
Tahun terbit: 2006


Buku ini adalah penutup kisah cinta Diaz-Sissy serta Chris yang pernah diceritakan di novel Lukisan Hujan dan Imaji Terindah.
Setelah kepergian Sissy ke San Fransisco, Diaz di Jakarta melanjutkan hidup dengan bekerja di Hanafiah Group dan... tersandung skandal dengan Freya, seorang model yang kini jadi tunangannya Diaz. Ketika Diaz diharuskan pergi ke San Fransisco bersama Freya dan Chris, yang sekarang kuliah disana, untuk proyek World Eye.com dengan CNN, pertemuan kembali dengan Sissy tidak bisa terelakkan.

Sissy kini tumbuh jadi cewek yang mandiri dan nggak manja seperti ketika tinggal di Bintaro Lakeside dulu, tapi pertemuannya dengan Diaz membangkitkan kenangan manisnya dulu. Sayang Diaz sudah bertunangan. Selain itu, cinta masa kecilnya, Finist von Suttonheim, juga datang menemuinya untuk kembali merebut hati Sissy.

Chris yang bekerja paruh waktu di Kilpatrick Bookstore bertemu dengan cewek cerewet dan gahar bernama Kayo yang ternyata masih sepupu dengan Kaminari Kei, saingannya dulu dalam memperebutkan hati Aki, pacar Chris yang sudah meninggal. Kayo begitu menyayangi Chris tapi yang terbayang oleh Chris cuma Aki.

Lalu semua menjadi rumit. Proyek World Eye.com ternyata penuh intrik dan bahkan sudah nyerempet ke kriminalitas. Sissy ikut terseret ke dalamnya dan Diaz, yang mau melindungi Sissy, malah jadi korban. Seluruh keluarga Hanafiah berbondong-bondong mencoba membantu Diaz untuk menyelesaikan tugasnya juga melindungi Diaz dan Sissy.

Buku ini bukan sekedar kisah cinta. Didalamnya juga penuh intrik dan penuh misteri yang membuat pembacanya akan terus membaca halaman demi halaman sampai ke akhir cerita. Buku ini lebih berbobot ketimbang tiga buku pendahulunya yang isinya cuma tentang kisah cinta remaja. Pesan dari Bintang sebenarnya juga sudah menawarkan sesuatu yang baru, lebih dari sekedar kisah cinta. Didalamnya juga ada cerita tentang perjuangan pasien penderita penyakit psikologi yang sangat bagus dan mengedukasi, namun masih tidak seberat novel ini. Ini adalah novel Hanafiah terumit menurut saya. Saya sangat kagum dengan riset Sitta Karina dalam novel ini. Saya juga suka dengan ending novel ini. Worth to read banget!